Buah Zakar Turun Sebelah: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

buah zakar turun sebelah mungkin terdengar seperti masalah sepele bagi sebagian orang, tapi sebenarnya kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang perlu diperiksa lebih lanjut. Buah zakar atau testis yang hanya turun sebelah biasanya dialami oleh bayi baru lahir, namun juga bisa terjadi pada pria dewasa dengan berbagai penyebab. Wikipedia Bahasa Indonesia

Apa Itu Buah Zakar Turun Sebelah?

Buah zakar turun sebelah adalah kondisi di mana salah satu dari dua buah zakar tidak berada di tempat yang semestinya, yaitu di dalam skrotum (kantung buah zakar). Dalam beberapa kasus, salah satu testis bisa belum turun dari rongga perut ke skrotum saat bayi lahir, atau testis yang sudah turun bisa naik kembali ke atas dan tidak menetap di skrotum.

Kondisi ini juga dikenal dengan istilah medis cryptorchidism saat terjadi pada bayi, dan retractile testis jika testis naik turun pada pria dewasa. Buah zakar turun sebelah bisa berdampak pada produksi sperma dan kesehatan reproduksi jika tidak diatasi dengan tepat.

Penyebab Buah Zakar Turun Sebelah

Proses turunnya buah zakar dari perut menuju skrotum biasanya terjadi sebelum bayi lahir, sekitar trimester ketiga kehamilan. Jika proses ini terganggu, maka buah zakar bisa tidak turun dengan sempurna. Beberapa penyebab utama buah zakar turun sebelah meliputi:

1. Faktor Genetik dan Hormon

Kelainan hormon selama perkembangan janin bisa memengaruhi proses turunnya testis. Testis membutuhkan hormon testosteron dan hormon lain untuk merangsang turunnya ke skrotum. Jika hormon-hormon ini tidak seimbang, maka buah zakar bisa tertahan.

2. Prematuritas atau Kelahiran Dini

Bayi yang lahir prematur memiliki risiko lebih tinggi mengalami testis tidak turun, karena proses turunnya testis biasanya terjadi pada usia kehamilan sekitar 7-9 bulan. Jika bayi lahir sebelum waktunya, kemungkinan testis belum sempat turun.

3. Kondisi Medis Lain

Beberapa masalah kesehatan seperti hernia inguinalis (penonjolan usus melalui dinding perut) juga dapat memengaruhi posisi testis. Trauma atau cedera pada pangkal paha juga bisa menyebabkan buah zakar naik atau turun sebelah.

Gejala Buah Zakar Turun Sebelah

Bagaimana cara mengenali buah zakar turun sebelah? Berikut beberapa gejala yang bisa kamu amati:

  • Hanya satu sisi skrotum yang terasa kosong atau lebih kecil dibandingkan sisi lainnya.

  • Testis terasa kecil atau tidak dapat ditemukan di kantung zakar saat pemeriksaan.

  • Terasa ada benjolan di area paha atau selangkangan (jika testis tertahan di sana).

  • Bayi tampak rewel atau menolak digendong pada sisi tersebut (jika terjadi nyeri).

  • Dalam kasus tertentu, rasa sakit atau ketidaknyamanan pada pangkal paha.

Dampak dan Risiko Jika Tidak Ditangani

Meskipun pada beberapa kasus testis turun sebelah dapat turun dengan sendirinya dalam beberapa bulan pertama, jika kondisi ini dibiarkan tanpa pemeriksaan medis bisa berisiko menimbulkan masalah serius seperti:

1. Fertilitas Menurun

Testis yang tidak berada di tempat normal memiliki suhu yang lebih tinggi dibandingkan dalam skrotum, sehingga bisa mengurangi fungsi produksi sperma dan menyebabkan infertilitas.

2. Risiko Kanker Testis

Pria dengan riwayat testis tidak turun memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker testis dibandingkan pria tanpa kelainan tersebut. Oleh sebab itu, pemeriksaan dan pengawasan sangat penting.

3. Hernia dan Cedera

Testis yang tidak turun bisa disertai dengan hernia inguinalis dan lebih rentan cedera akibat posisi abnormalnya.

Cara Mengatasi Buah Zakar Turun Sebelah

Jika ditemukan bahwa salah satu testis bayi atau pria dewasa turun sebelah, langkah pengobatan harus segera dilakukan sesuai dengan usia dan kondisi. Berikut beberapa metode yang umum dilakukan:

1. Pemantauan dan Pemeriksaan Rutin

Bayi yang lahir dengan testis turun biasanya akan dipantau sampai usia sekitar 6 bulan. Banyak kasus testis turun dengan sendirinya sebelum usia ini, tapi jika tidak, perlu tindakan lanjut.

2. Terapi Hormonal

Dokter bisa memberikan suntikan hormon untuk memicu turunnya testis, terutama jika masalah disebabkan oleh gangguan hormon. Namun, terapi ini tidak selalu berhasil pada semua kasus.

3. Operasi Orkidopeksi

Ini adalah prosedur bedah untuk menurunkan testis ke skrotum dan mengikatnya agar tetap di tempat. Operasi ini biasanya dianjurkan dilakukan sebelum anak berusia satu tahun agar mencegah risiko kerusakan testis dan infertilitas.

4. Penanganan Komplikasi

Jika ada komplikasi seperti hernia, maka penanganan bersamaan juga perlu dilakukan saat operasi.

Tips Menjaga Kesehatan Buah Zakar

Selain mengetahui bagaimana mengatasi buah zakar turun sebelah, kamu juga perlu menjaga kesehatan testis supaya terhindar dari masalah di masa depan. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Rajin periksa sendiri testis untuk mengenali benjolan atau perubahan ukuran.

  • Hindari pakaian yang terlalu ketat yang bisa mengganggu sirkulasi dan suhu testis.

  • Hindari paparan suhu panas berlebihan seperti sauna dalam waktu lama.

  • Jaga pola hidup sehat dan hindari rokok serta alkohol berlebih.

  • Segera konsultasi ke dokter jika merasa ada kelainan atau rasa sakit di area testis.

Kesimpulan

Buah zakar turun sebelah memang bisa menimbulkan kekhawatiran, apalagi jika ditemukan pada bayi atau pria dewasa. Namun dengan pemahaman yang tepat tentang penyebab, gejala, dan penanganannya, masalah ini bisa diatasi dengan baik melalui pemeriksaan medis, terapi, atau operasi. Jangan anggap remeh jika kamu atau anak kamu mengalami kondisi ini, sebab kesehatan reproduksi sangat penting untuk masa depan.

FAQ – Pertanyaan Seputar Buah Zakar Turun Sebelah

Apa yang menyebabkan buah zakar tidak turun pada bayi baru lahir?

Biasanya disebabkan oleh kelainan hormon atau prematuritas. Testis membutuhkan hormon tertentu untuk turun ke dalam skrotum, dan jika bayi lahir prematur, proses ini mungkin belum selesai.

Apakah buah zakar turun sebelah hanya terjadi pada bayi?

Tidak, kondisi ini juga bisa dialami pria dewasa jika testis naik kembali ke pangkal paha (retractile testis) atau mengalami cedera yang menyebabkan posisi testis berubah.

Apakah buah zakar turun sebelah bisa sembuh tanpa operasi?

Pada bayi, terkadang testis bisa turun sendiri dalam beberapa bulan pertama. Namun jika sudah lewat usia 6 bulan dan testis belum turun, biasanya dokter menyarankan operasi untuk mencegah komplikasi.

Bagaimana efek jangka panjang jika tidak diobati?

Jika tidak diobati, buah zakar yang turun sebelah bisa menyebabkan masalah kesuburan, risiko kanker testis meningkat, dan masalah hernia inguinalis.

Kapan sebaiknya saya membawa anak ke dokter jika mengalami kondisi ini?

Sebaiknya segera periksakan ke dokter spesialis anak atau urologi jika pada pemeriksaan skrotum anak kamu terasa kosong sebelah setelah usia 6 bulan atau jika kamu merasakan ada kelainan pada testismu sendiri.